Sejejak Kamu

21 Dec 2014

Rain
credit

Ada sejejak kamu dalam November Rain
Menepuki gendang telinga
Seolah menyapa kembali kisah dua kita,
Seolah membalik masa
Menuju cerita hujan dan segala isinya

Sejejak kamu selalu syahdu
Entah, tak kupaham mengapa begitu
Semenjak roda-rodamu bergulir ke arahku
Memulai kisah kita, aku dan kamu

Dulu adalah kamu,
seorang pecinta jalanan, laut, dan gunung
Mimpi apa, kamu datang sejauh ini menujuku
Raih perlahan dua tanganku
Katamu,
“Bolehkah ku diami separuh hatimu?”

Ah, linang air mataku menjawab setuju

Sejak itu tertoreh sejejak kamu
dalam rinai hujan merdu

Dulu adalah aku,
seorang perempuan angin, kamu sebut begitu
Tak gentarku karenamu
Ya, karena sejejak kamu
bisa ku berjalan berkawan angin dan awan
Karena sejejak kamu
mampu ku mewujudkan mimpi mencumbui padang hingga hutan
Dan karena sejejak kamu ada impian baru
Kelana kita kelak kan menuju Sembalun
Menempuhi jalanan berliku bernama hidup
Entah susah, entah senang, apapun di hadapan
dua pasang kaki kita sama sanggup bertahan

Sejejak kamu menguatkan aku
Seolah bisik udara pada bara, hingga mengobar nyala kalbu
Dulu, ya, itu dulu dan sejejak kamu
sebelum langkah kita dituliskan tuk bersimpang jauh

Meski ingin kita nyatanya tak teramini karena kondisi
Ada sejejak kamu dalam November Rain
Dalam denting nyanyian hujan
Dalam hening-riuh bercampur, berderaian

Meski rentang masa menikam dua kita
Selalu ada sejejak kamu dalam hujan
Menggenggam erat jemari sepanjang jalan
Membuat basahnya hingga kini terasakan

-Kaki Merapi, medio November 2014-

#SoundOfLove #LeutikaPrio #poetrycompetition

Catatan:

19 Desember 2014: Puisi ini merupakan pemenang kedua event lomba puisi Sound of Love yang diselenggarakan oleh penerbit Leutika Prio.


TAGS Sound of Love lomba puisi Leutika Prio unbreakable love November Rain hujan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post