Setahun Lagi

8 Feb 2015

Dear, Mbakyu Virce

Semoga Mbakyu di seberang sana baik-baik saja, di musim apapun Jepang saat ini. Minggu lalu aku menerima kabar bahwa kau masih setahun lagi selesai pendidikan doktoral di Yamagata University. “Beresnya Maret 2016, Jupice…” begitu katamu di kolom komentar foto yang baru saja kuunggah. Ah, ya, setahun lagi untuk bersabar. Setahun lagi untuk menanti kau pulang ke Indonesia. Tidak akan pernah terasakan lama jika kita sibuk mengerjakan ini dan itu dengan suka cita.

Mbak Vir, aku bersyukur, kau masih selalu ingat denganku. Meski kau jauh di sana, tapi tak pernah lupa menyambung tali silaturahim kita. Tahun lalu bingkisan cokelat dan pembatas buku datang lewat Bu Mys; selanjutnya ada sumpit kayu yang kau titip ke May; lalu yang paling baru ada sumpit (lagi) lengkap dengan kotaknya. Bingkisan yang terakhir kau titipkan Pak Tyo. Waktu itu beliau berkunjung ke Jepang dalam rangka seminar, ya, Mbak? Ah, terima kasih banyak. Kau ingat warna kesukaanku. Tenang saja, kusimpan sumpit hijau itu baik-baik, Mbak. ;)

bingkisan-dari-mbak-virce

O ya, seingatku kau juga bilang bahwa kau rindu jalan-jalan pagi bersamaku. Hmm, benar, aku juga rindu. Rindu mendengarkan ceritamu. Rindu akan banyak hal yang pernah kita lalui selama ini, entah di Jogja, atau di Bandung-Jatinangor.

Kenangan Jogja …

Kau pasti ingat pertama kali kita hang out bertiga dengan Mayce. Yap, konser jazz live pertamaku seumur-umur. Aku masih menyimpan tiket bergambar Audi Item itu, lho. Bukan apa-apa, dia cantik, Mbak! Hahaha. :lol: Konser itu juga membuatku mengenal suara live Tompi, RAN, Audi, siapa lagi ya? Lupa…. :P

tiket-konser-bni-jazz

Kau pasti ingat dengan Merapi, Kinahrejo, Ngancar, berikut praktikum lapangan Entomologi. Kita pernah menginap di BP2APH Ngipiksari seusai erupsi. Pergi ke Ngancar dan sukses tercengang-cengang melihat segala kerusakan. :shock:

Kau juga pasti ingat make up artis dadakan saat aku pentas baca puisi bergaya nini-nini. :lol: dengan kebaya kutubaru warisan simbah Uti dan polesan make up-mu, penampilanku malam itu sukses menghibur peserta kongres PEI 2010. Terima kasih atas bantuannya. Rasanya ingin sekali tertawa setiap kali ingat pentasku malam itu. :lol:

Ingat juga dengan latihan teater Tanpa Nama dan ritual sarapan bubur setelahnya, kan?

Ah, itu sedaaap! :D Sekalipun kita tidak pernah punya kesempatan untuk mementaskan sebuah lakon pun, kupikir aku mendapat sesuatu yang demikian berharga. Pak Puta, kau, Ale, May, Memed, Wasis, Arga, Didik, … berlatih bagaimana bernapas perut, berhening diri. Aku tak pernah merasa rugi.

Ingat juga dengan acara nonton film di Cinema 21 Ambarukmo Plaza dilanjut curhat ceria. Kau tahu, tiket-tiket itu sempat kukumpulkan. Rindu Purnama, Tanah Air Beta, Demi Dewi, …. Well, aku mungkin sudah seperti museum berjalan, menyimpan kenangan dan rindu di dalam benda-benda. *duuh!

Tentu saja, semua kenangan itu membuat persahabatan kita makin lengkap, Mbak. Seperti sebuah lagu tentang sahabat yang dulu pernah kau bagi di linimasa facebook-ku. Sejauh apapun, asal memiliki sahabat seperti kalian, tidak akan membuatku merasa sendiri atau sedih karena belum memiliki kekasih hati. Thanks for all, Mbak Vir. Setahun lagi dan Vira Kusuma Dewi akan pulang dengan gelar doktornya, insyaAllah, pasti bisa. Yosh … ganbatte ne!

Salam dari Indonesia,

Jupice


TAGS #30HariMenulisSuratCinta2015 #day10 sahabat Jepang Vira Kusuma Dewi surat cinta


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post