Namanya Aleryovan Nahli Erlangga

12 Feb 2015

Dear, Aloel

Sebelum aku menulis banyak hal, bolehkah lebih dulu aku tertawa? :lol: Aneh rasanya memanggilmu dengan nama lengkap itu: Aleryovan Nahli Erlangga. Berapa banyak teman seangkatan kita yang tahu soal namamu ini? Aku pernah bilang, kan? It’s succesfully hidden so far. Well, yes, it was. Selama perkuliahan kau hanya menggunakan nama tengahmu: Nahli. Siapa yang tahu selain aku dan teman-teman dekatmu? Kupikir tak banyak. Yaelah, yakin banget! :P

Kau tahu, Loel. Pertama kali melihatmu di antara teman HPT 2002, yang ada dalam benakku adalah sebuah kata yang bila dieja menjadi seperti ini: a-n-e-h. :lol: Bukan, bukan maksudku merendahkanmu. Ini pengakuan jujur dari seseorang yang tak sadar bahwa hal itu adalah satu dari sekian alasan yang membikin kita kelak menjadi teman baik. Itu baru kumengerti setelah hari-hari kita di kampus. Lantas, yang kulakukan adalah mengubah predikat yang kusandangkan untukmu: ‘aneh’ menjadi ‘antik’; sebagaimana golongan darahmu: AB (baca: antik banget) #eh. :lol:

Ya, kalau bicara soal keantikanmu, kau pasti ingat soal insiden testimoni di kolom komentar friendster Jingga. Aku bahkan tidak menyangka kalau kau yang menyabotase akun Moe dan menuliskan kalimat yang …. Aku sama sekali tak mengerti apa maumu. Semenjak itu hari-hari antara kau, Moe, dan aku diselimuti dingin dan bisu. Kami marah padamu, maafkan, tapi kau layak menerimanya. Mengerti, kau tak terima atas perlakuannya padaku. Tapi, bukan dengan cara semacam itu. Bukan dengan mempermalukan Moe.

Sudahlah, aku takkan lagi mengejar Jingga. Tidak mungkin mengharapkan seseorang sekaku dia berada di sampingku. Jangan khawatir, aku tidak pernah membencinya. Itu janjiku pada diri sendiri. Aku sudah cukup lega mengakui segala hal yang berkecamuk di hati. Cukup. :)

O ya, kalau bicara soal cukup. Sepertinya kita sudah cukup kenyang juga mendengar mereka bertanya, “Kalian jadian, ya?” Heran, mengapa hanya karena kita jalan, ngobrol, makan berdua, orang-orang lalu menarik kesimpulan ke arah sana. Terlalu mainstream untuk dua orang aneh, kupikir. #eh :P Mengapa mereka tidak berpikir yang lain, yang out of the box, supaya hidup makin berwarna? Entahlah. Sepertinya terlalu banyak manusia Indonesia yang tumbuh-berkembang dalam pikiran yang terkotak-kotak. Pfiuh! Akhirnya, kita hanya menanggapi mereka dengan tertawa. Itu cukup. :lol:

at-renon-with-loel

Well, waktu sepanjang 2002-2014 bukan masa yang pendek untuk bisa mengenalmu. Coba aku panggil ulang ingatanku, apa masih cukup baik? Kau ragil dari tujuh bersaudara kelahiran Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Sangat suka sambal dan makanan pedas, entah, mungkin itu makanan pendamping ASI-mu yang pertama. #eh :P Tidak pernah bisa makan emping melinjo; papil lidahmu punya wilayah cecap tersendiri sepertinya. Mungkin, melinjo tak cukup gurih sampai-sampai lidahmu gatal olehnya. :lol: Petualang yang pada zaman mudanya suka berlatih Pramuka. Sulit ditebak, sering terobsesi, dan mudah dikompori, setidaknya oleh puisiku. *siap-siap ngabur :mrgreen:

Puisi? Ya, aku masih ingat kala kau meminjam buku kumpulan puisiku suatu hari di kampus Sekip.

“Kalimat dalam puisimu mudah dimengerti, tersurat, lugas, dan sederhana.”

Beberapa tahun kemudian,

“Puisimu makin mendewasa, makin matang, Chyie.”

Hahaha buah kali matang! :P Aku merasa itu bagian dari bertambahnya usiaku juga, Loel. Terima kasih, puisi-puisimu juga bermakna mendalam. Butuh kemampuan lebih untuk memahami hasil karya seorang indigo dewasa. Kadang aku tak begitu bisa.

Percaya, bahwa di atas langit, masih ada lapis langit lain. Demikian juga dengan kemampuanku. Setidaknya aku sadar akan kemampuanku dan tekun mengasahnya. Pada waktunya aku akan memetik buah dari ketekunanku. Tetaplah berkarya juga, Loel. Ingat bahwa dengan menulis, kita akan menjadi abadi. Itu mengapa aku pernah bilang takkan berhenti menulis. Kalaupun yang bisa kutulis baru itu-itu saja, biarlah. Percaya bahwa practice makes perfect. :)

Kau tahu, karena 12 tahun kita, aku bisa berkisah seperti ini. Seperti juga persahabatan lain, aku tahu akan ada masanya untuk kita berfokus pada bermacam hal penting. Pekerjaan, keluarga, atau personal legend lain. Semoga itu tidak akan membuat kau lupa padaku dan segala kenangan nostalgila kita. I do hope so.

Dari sahabatmu,

Chyie


TAGS #30HariMenulisSuratCinta2015 #day14 Aleryovan Nahli Erlangga sahabat surat cinta


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post