Sekali Waktu

22 Jul 2015

forest_shadows_trees_sunlight_couple_love_romance_mood_800x600credit

Sekali waktu
Ingin kusinggah memandu bola mataku
Menyisir lentik bulu matamu
Menangkap kejap jenaka, air mata sayu
Melebar menyipit malu-malu
Sesekali tajam mengunjam hati hingga ke ulu
Berlinang menahan lelah, sedih, dan keluh
Merah meradang, penuh amarah sungguh

Sekali waktu
Ingin kususuri garis wajahmu
Menyimpan tiap gurat senyum
Menyematkan sejumlah kecup hangat di situ
di bibir, yang samar kurindu
Ada banyak cerita tercurah dari situ
Sukamu, dukamu, pedihmu,
laramu, bahagiamu

Sekali waktu
Ingin kucumbui renyah tawamu
Mengabadikan suara-suara merdu
dan bisik syahdu
dari dua kita, sudah tentu
Kalau perlu, bisa kusimpan di sebuah tumbu
biar gemanya tak hilang, hingga anak-cucu

Kupikir, itu inginku sekali waktu saja
Nanti, di satu masa jika telah saatnya
Bersama, nyaman kita duduk berdua
Berkisah, melewati gulir usia
Berdua, sedari pagi hingga senja
Beriring, menempuhi jalan dunia
Berdampingan, hingga tiba di akhirat-Nya

-kaki Merapi, medio Juli 2015-


TAGS puisi waktu pasangan cinta setia


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post