• 10

    Feb

    Bembem Sembilan Tahun Lalu

    Dear, Tim Relawan Bembem A Jogja bergetar hebat sembilan tahun lalu. Kalian pasti ingat kejadian di pagi 27 Mei 2006 silam. Seumur-umur itu adalah kejadian gempa terdahsyat yang pernah kualami. Bisa jadi, kita semua sama-sama takut dan ngeri menghadapi keadaan Jogja kala itu. Seolah beras ditampi, keadaan sangat kacau. Setiap orang berlarian tak tentu arah berusaha menyelamatkan diri. Usai kejadian hampir satu menit itu, ada getir yang tersisa. Bisa jadi, itu juga yang membuat kita lalu berduyun menuju gedung rektorat UGM. Mengikuti suara hati terdalam yang bisikannya membuat langkah kaki kian mantap. Terhimpunlah kita sebagai mahasiswa KKN sekaligus relawan di daerah terdampak gempa. Masih ingatkah, dalam waktu singkat kita menyiapkan diri berikut segala hal. Semua serba mendadak, bahk
  • 9

    Feb

    Di Balik Senyum Dinda

    Dear, Dinda Suatu pagi kedua bola mataku tercuri olehmu, seorang gadis kecil berusia empat tahun. Mereka memanggilmu Dinda. Entah, apa sebenarnya yang terjadi hingga perhatianku tercuri. Senyuman itu, senyuman lebar seperti milikku. Ya, kau tersenyum kepadaku, kepada tiap orang yang kau temui. Betapa menawan hati. Sayangnya, senyummu menyembunyikan sesuatu. Sebuah kepedihan yang tersingkap tanpa sengaja. Di balik piyama mungilmu, kulihat sederet bekas luka bakar. Seorang tetangga dekat lalu berkisah segala hal tentangmu. Katanya, mereka tak begitu menginginkan kau datang ke dunia. Benarkah? Katanya, kekurangsiapan mereka membuat langkah awal berumah tangga seolah menjadi mimpi burukmu. Benarkah? Katanya, pendengaranmu terganggu pun juga karena mereka tak sepenuhnya peduli padamu. Benark
  • 8

    Feb

    Setahun Lagi

    Dear, Mbakyu Virce Semoga Mbakyu di seberang sana baik-baik saja, di musim apapun Jepang saat ini. Minggu lalu aku menerima kabar bahwa kau masih setahun lagi selesai pendidikan doktoral di Yamagata University. “Beresnya Maret 2016, Jupice…” begitu katamu di kolom komentar foto yang baru saja kuunggah. Ah, ya, setahun lagi untuk bersabar. Setahun lagi untuk menanti kau pulang ke Indonesia. Tidak akan pernah terasakan lama jika kita sibuk mengerjakan ini dan itu dengan suka cita. Mbak Vir, aku bersyukur, kau masih selalu ingat denganku. Meski kau jauh di sana, tapi tak pernah lupa menyambung tali silaturahim kita. Tahun lalu bingkisan cokelat dan pembatas buku datang lewat Bu Mys; selanjutnya ada sumpit kayu yang kau titip ke May; lalu yang paling baru ada sumpit (lagi)
  • 7

    Feb

    Menyapa Bumi Anging Mamiri

    Dear, Tie Tintang Lama tak mendengar kabarmu, semoga kau di seberang sana selalu dalam perlindungan Yang Maha Esa. Aamiin. Kau masih ingatkah terakhir kalinya kita bertukar kabar, Tie? Betapa bahagia aku mengetahui kelahiran putri pertamamu. Sosok yang benar-benar engkau tunggu selama beberapa tahun menikah. Penantian yang berharga, tentu. :) Beberapa waktu lalu, aku melihat kau mengunggah foto profil baru di facebook. Ada yang berbeda di situ, yang membuatku tersenyum lebar. Kau bersama dia, si kecil yang kau panggil Fatimah. Ah, dia cantik, Tie, seperti ibunya. ;) Tie n baby Fatimah Hmm, waktu benar-benar cepat berlalu, ya? Kalau aku tengok lagi persahabatan kita, rasanya baru kemarin kita bertemu di kelas IPA2 SMUN 9 Yogya. Kau dan Mira, dua orang siswa pindahan dari Sulawesi Selat
  • 6

    Feb

    Jingga di Batas Asa

    Dear, Jingga Langit lepas subuh masih temaram di luar sini. Itu berarti masih ada kesempatan untukku menemuimu bersama terbit mentari. Mungkin hanya itu yang bisa kulakukan saat ini, setelah segala hal yang terjadi selama ini. Maafkan jika terlalu banyak yang kututupi darimu, Jingga. Sejak kau datang hampir 20 tahun lalu, mataku tercuri ke arah raut wajahmu. Siapa siswa baru di 3A itu? Sayang, jawaban yang datang bukan darimu, tetapi dari mereka, teman-teman sekelasmu. Beginilah nasib penghuni kelas 3B. Apapun yang terjadi di sebelah, hanya akan sampai di rongga telinga melalui ‘katanya’. Apa boleh buat, dua tahun pertama kehadiranmu, aku harus puas mendengar kabarmu dari ‘kata mereka’. Meski demikian, aku sempat berada dekat denganmu suatu pagi. Mimpi apa aku? B

Author

Follow Me

Search

Recent Post