• 22

    Jul

    Sekali Waktu

    credit Sekali waktu Ingin kusinggah memandu bola mataku Menyisir lentik bulu matamu Menangkap kejap jenaka, air mata sayu Melebar menyipit malu-malu Sesekali tajam mengunjam hati hingga ke ulu Berlinang menahan lelah, sedih, dan keluh Merah meradang, penuh amarah sungguh Sekali waktu Ingin kususuri garis wajahmu Menyimpan tiap gurat senyum Menyematkan sejumlah kecup hangat di situ di bibir, yang samar kurindu Ada banyak cerita tercurah dari situ Sukamu, dukamu, pedihmu, laramu, bahagiamu Sekali waktu Ingin kucumbui renyah tawamu Mengabadikan suara-suara merdu dan bisik syahdu dari dua kita, sudah tentu Kalau perlu, bisa kusimpan di sebuah tumbu biar gemanya tak hilang, hingga anak-cucu Kupikir, itu inginku sekali waktu saja Nanti, di satu masa jika telah saatnya Bersama, nyaman kita d
  • 28

    Jun

    Setahun Cahaya

    credit Entah …. Mungkin butuh lagi setahun cahaya tuk sekadar bersua Lihatlah, alangkah padatnya jalan kita hingga bersimpangan saja tak sempat bicara hanya selempar senyuman dan tatapan Entah, bermakna apa Entah, tertuju ke mana ke dalam masing-masing bola mata kita? ke dalam kenangan dulu kala? Atau mungkin, ke sebuah tempat di sana yang jauhnya lebih dari setahun cahaya? Entah … Takkan lagi ku bertanya kepadamu yang menjauh serentang setahun cahaya Takkan lagi ku berharap kepadamu yang merentang jarak kita, sengaja sejauh setahun cahaya -suatu pagi di kaki Merapi, 27 Juni 2015-
  • 11

    Jul

    Mencintai Gerimis

    credit kau tahu? aku mencintai gerimis rinainya meninggalkan jejak-jejak manis di sepanjang jalan, dalam susah senang beriringan kau tahu? aku mencintai gerimis mereka sepertimu berderai riang sepanjang jalanku terasa ringan menabur rintik-rintik rindu sesekali jika terlampau jauh perjalananku butiran kecilnya membasah pelan di sekujur badan tapi, sungguh, alangkah heran tak pernah aku merasa kesakitan rinainya hanya membuatku dalam kebasahan lalu disusul gigil kedinginan kau tahu? aku mencintai gerimis mereka sahabat setiaku sejak kau tak lagi di situ, di relung yang menggenggam rindu ah, apa peduliku? bahkan gerimis siang itu tak mampu membelenggumu, atau menahanmu untuk tetap di situ kau tahu? mungkin terlalu sering gerimis mampir di dalam situ, di relung yang mereka sebut kalbu
  • 8

    Jul

    Tentang Sebuah Nama

    credit di sepanjang jarak ini, tereja nama yang menguar ke mana, entah mungkin dia, atau sesiapa yang muncul dari dunia berantah dulu, nama itu meluncur cepat serupa anak panah dari sebuah tempat yang pernah mereka sebut Antah mengapa bisa begitu? tentu, karena nama itu hadir tanpa diminta mereka bilang nama itu jatuh cinta padanya tapi ia pikir, apa bisa? tanpa ada bersama, apa bisa? lalu mereka bilang, “Itu cinta ala dunia maya” aneh-aneh saja isi dunia sudah ada cinta monyet, cinta sejati, cinta bertepuk sebelah tangan sekarang makin riuh saja oleh cinta dunia maya mulanya terlampau absurd untuk ia mengerti, terlalu sulit menelan beberapa suap efek teknologi tapi, imbasnya mengena pula pada diri cinta dunia maya menghunjam hati, oh … jangan lagi-lagi ada jarak ya
  • 13

    Apr

    Dua Kita

    credit Sedikit hening berlabuh tetiba di antara duduk dua kita Tak beriak sedikitpun air muka, tiada teriak seperti biasa Dua kita pernah saling cinta Tapi, rasanya tertinggal sisa segelintir asa Mungkinkah dua kita menyerah pada hening tercipta? Sedikit hening berlabuh tetiba di antara duduk dua kita Seolah hadirnya memberi jeda tentang rasa, tentang beda, tentang padu padan dua jiwa Lalu sebaris tanya sekonyong mengudara, “Untuk apa kita mau bersama, jika nyatanya beda?” Apa dua kita tak patut bersama hanya karena jarak, status sosial, profesi: beda (?) lalu menyerah pada hening membatasi suara Adalah dua kita sebisa-bisa duduk bicara tentang rasa, tentang beda, tentang padu padan dua jiwa Sedari mula, dua kita memang beda Tapi, bukan untuk dicari di mana salahnya Katak
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post