• 11

    Feb

    Be Strong, Girl!

    Dear, Ifah Entah, harus memulakan surat ini dari mana. Yang jelas aku tertegun ketika bulan lalu kau singgah di redaksi dengan wajah muram. Alasanmu kala itu hanya menitip menge-print surat. Namun, diammu yang tak seperti biasa, membuat batinku bertanya, “Apa yang sebenarnya terjadi, Fah?” Aku masih saja diam, bermaksud tak mencampuri urusanmu karena aku tak pernah suka mengutak-atik kehidupan seseorang, kecuali aku dimintai saran. Setelah menunggu beberapa saat, kau akhirnya mau berkisah tentang kesulitan yang sedang kau hadapi. Sulit, aku tahu dari beberapa bulir airmata yang jatuh ke pipimu. Menangislah, tak apa. Kalaupun itu tidak bisa memperbaiki masalah, setidaknya kau akan jauh lebih lega. Lepaskanlah, katakan apapun yang kau mau, yang kau rasa. Semisal aku hanya bisa
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post