• 22

    Jul

    Sekali Waktu

    credit Sekali waktu Ingin kusinggah memandu bola mataku Menyisir lentik bulu matamu Menangkap kejap jenaka, air mata sayu Melebar menyipit malu-malu Sesekali tajam mengunjam hati hingga ke ulu Berlinang menahan lelah, sedih, dan keluh Merah meradang, penuh amarah sungguh Sekali waktu Ingin kususuri garis wajahmu Menyimpan tiap gurat senyum Menyematkan sejumlah kecup hangat di situ di bibir, yang samar kurindu Ada banyak cerita tercurah dari situ Sukamu, dukamu, pedihmu, laramu, bahagiamu Sekali waktu Ingin kucumbui renyah tawamu Mengabadikan suara-suara merdu dan bisik syahdu dari dua kita, sudah tentu Kalau perlu, bisa kusimpan di sebuah tumbu biar gemanya tak hilang, hingga anak-cucu Kupikir, itu inginku sekali waktu saja Nanti, di satu masa jika telah saatnya Bersama, nyaman kita d
  • 7

    Sep

    Menikmati Kesendirian

    credit Biar kusebut ini menikmati kesendirian karena tanpamu pun aku tetap bisa bertahan meski sesekali gulana meremang merekah tetiba, tergurat samar, membayang Kulihat di sana satu senyummu, penuh mengembang seperti kala terakhir kali kau kupandang Ada sedikit risau tergambar memayungi wajah lelahmu Tersembunyi, seolah enggan kau memberitahu Bisumu berbisik padaku ada yang keliru tapi kutepis, aku tak mau tahu Takkan kuturuti prasangka itu karena satu hal saja Padamu kutaruh segala percaya atas sebingkai cinta meski jarak terentang di antara kita Padamu kutaruh segala percaya atas sebentuk setia meski beberapa kali ada saja wanita menggoda menebar pesona sebegitu murahnya Padamu kubagi segala impian serta cita tentang kelak berdua, hendak ke mana langkah kita tentang kelak berdua, he
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post