• 12

    Feb

    Namanya Aleryovan Nahli Erlangga

    Dear, Aloel Sebelum aku menulis banyak hal, bolehkah lebih dulu aku tertawa? :lol: Aneh rasanya memanggilmu dengan nama lengkap itu: Aleryovan Nahli Erlangga. Berapa banyak teman seangkatan kita yang tahu soal namamu ini? Aku pernah bilang, kan? It’s succesfully hidden so far. Well, yes, it was. Selama perkuliahan kau hanya menggunakan nama tengahmu: Nahli. Siapa yang tahu selain aku dan teman-teman dekatmu? Kupikir tak banyak. Yaelah, yakin banget! :P Kau tahu, Loel. Pertama kali melihatmu di antara teman HPT 2002, yang ada dalam benakku adalah sebuah kata yang bila dieja menjadi seperti ini: a-n-e-h. :lol: Bukan, bukan maksudku merendahkanmu. Ini pengakuan jujur dari seseorang yang tak sadar bahwa hal itu adalah satu dari sekian alasan yang membikin kita kelak menjadi teman baik.
  • 11

    Feb

    Be Strong, Girl!

    Dear, Ifah Entah, harus memulakan surat ini dari mana. Yang jelas aku tertegun ketika bulan lalu kau singgah di redaksi dengan wajah muram. Alasanmu kala itu hanya menitip menge-print surat. Namun, diammu yang tak seperti biasa, membuat batinku bertanya, “Apa yang sebenarnya terjadi, Fah?” Aku masih saja diam, bermaksud tak mencampuri urusanmu karena aku tak pernah suka mengutak-atik kehidupan seseorang, kecuali aku dimintai saran. Setelah menunggu beberapa saat, kau akhirnya mau berkisah tentang kesulitan yang sedang kau hadapi. Sulit, aku tahu dari beberapa bulir airmata yang jatuh ke pipimu. Menangislah, tak apa. Kalaupun itu tidak bisa memperbaiki masalah, setidaknya kau akan jauh lebih lega. Lepaskanlah, katakan apapun yang kau mau, yang kau rasa. Semisal aku hanya bisa
  • 10

    Feb

    Bembem Sembilan Tahun Lalu

    Dear, Tim Relawan Bembem A Jogja bergetar hebat sembilan tahun lalu. Kalian pasti ingat kejadian di pagi 27 Mei 2006 silam. Seumur-umur itu adalah kejadian gempa terdahsyat yang pernah kualami. Bisa jadi, kita semua sama-sama takut dan ngeri menghadapi keadaan Jogja kala itu. Seolah beras ditampi, keadaan sangat kacau. Setiap orang berlarian tak tentu arah berusaha menyelamatkan diri. Usai kejadian hampir satu menit itu, ada getir yang tersisa. Bisa jadi, itu juga yang membuat kita lalu berduyun menuju gedung rektorat UGM. Mengikuti suara hati terdalam yang bisikannya membuat langkah kaki kian mantap. Terhimpunlah kita sebagai mahasiswa KKN sekaligus relawan di daerah terdampak gempa. Masih ingatkah, dalam waktu singkat kita menyiapkan diri berikut segala hal. Semua serba mendadak, bahk
  • 9

    Feb

    Di Balik Senyum Dinda

    Dear, Dinda Suatu pagi kedua bola mataku tercuri olehmu, seorang gadis kecil berusia empat tahun. Mereka memanggilmu Dinda. Entah, apa sebenarnya yang terjadi hingga perhatianku tercuri. Senyuman itu, senyuman lebar seperti milikku. Ya, kau tersenyum kepadaku, kepada tiap orang yang kau temui. Betapa menawan hati. Sayangnya, senyummu menyembunyikan sesuatu. Sebuah kepedihan yang tersingkap tanpa sengaja. Di balik piyama mungilmu, kulihat sederet bekas luka bakar. Seorang tetangga dekat lalu berkisah segala hal tentangmu. Katanya, mereka tak begitu menginginkan kau datang ke dunia. Benarkah? Katanya, kekurangsiapan mereka membuat langkah awal berumah tangga seolah menjadi mimpi burukmu. Benarkah? Katanya, pendengaranmu terganggu pun juga karena mereka tak sepenuhnya peduli padamu. Benark
  • 8

    Feb

    Setahun Lagi

    Dear, Mbakyu Virce Semoga Mbakyu di seberang sana baik-baik saja, di musim apapun Jepang saat ini. Minggu lalu aku menerima kabar bahwa kau masih setahun lagi selesai pendidikan doktoral di Yamagata University. “Beresnya Maret 2016, Jupice…” begitu katamu di kolom komentar foto yang baru saja kuunggah. Ah, ya, setahun lagi untuk bersabar. Setahun lagi untuk menanti kau pulang ke Indonesia. Tidak akan pernah terasakan lama jika kita sibuk mengerjakan ini dan itu dengan suka cita. Mbak Vir, aku bersyukur, kau masih selalu ingat denganku. Meski kau jauh di sana, tapi tak pernah lupa menyambung tali silaturahim kita. Tahun lalu bingkisan cokelat dan pembatas buku datang lewat Bu Mys; selanjutnya ada sumpit kayu yang kau titip ke May; lalu yang paling baru ada sumpit (lagi)
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post